
Benarkah pernyataan ini? Padahal mungkin suami kita sudah pontang-panting bekerja mencari nafkah untuk istri dan anak, hanya karena satu kesalahan yang tidak kita sukai, pantaskah jika kita menyebutkan kalimat tersebut?
2. Apa Sih Bagusnya Kamu? Nggak Ada!
Seburuk-burukny
3. Aku Tak Pernah Bahagia Bersamamu
Faktanya, bahagia atau tidaknya diri kita bukanlah tergantung orang lain, melainkan tergantung keputusan kita sendiri. Maka tak patut kita mengucapkan hal ini pada suami, karena bisa menyakiti perasaan suami.
Tahukah bahwa Rasulullah menyatakan banyak wanita masuk neraka karena perkataan-perka
“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.
Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?”
Baginda s.a.w menjawab : “Karena kekufuran mereka.”
Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?”
Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaik
Oleh sebab itu, semoga tulisan singkat ini menjadi pengingat para istri agar tidak sembarangan dalam mengucap sesuatu pada suaminya sekalipun ngambek.
Wallaahualam.
sumber : ummi-online.com
No comments:
Post a Comment